Ketika trafo digunakan secara terus menerus, maka performa atau kualitas oli akan mengalami penurunan secara fisik, elektrik atau komposisi kimia. Banyak hal yang menyebabkan kualitas oli turun, diantaranya oksidasi antara oli dengan bahan isolasi kawat, dikarenakan adanya kontaminasi oli dengan udara, debu, gas maupun kotoran lainnya. Untuk itu, diperlukan maintenance dan purifikasi terhadap trafo. Maintenance adalah proses perawatan, menjaga dan pergantian kerusakan, sedangkan purifikasi adalah proses untuk memperbaiki kualitas oli atau proses pemurnian oli trafo.

Maintenance dan purifikasi harus dilakukan dengan teratur. Harus ada perhatian khusus jika trafo beroperasi dengan beban penuh dan/atau dikondisi-kondisi tertentu yang berbahaya. Maintenance dan purifikasi bisa dilakukan secara berkala, tergantung kondisi yang diperlukan. Biasanya jika trafo baru, perlu dilakukan maintenance dan purifikasi dalam jangka waktu 2-3 tahun sekali, sedangkan trafo lama bisa dilakukan maintenance dan purifikasi dalam jangka waktu 1 tahun sekali.

Proses purifikasi biasa dilakukan dengan 2 metode, yaitu metode offline dan metode online. Jika hanya dilakukan purifikasi, maka bisa dilakukan dengan kondisi trafo online atau dalam keadaan hidup atau beroperasi. Tetapi jika terdapat oli bocor dan memerlukan penggantian seal trafo, maka dapat dilakukan pergantian dan purifikasi trafo secara offline atau trafo dalam kondisi mati atau tidak beroperasi.

Proses maintenance dan purifikasi biasanya berlangsung selama kurang lebih 3 jam dan biasa menggunakan sumber listrik dari genset portable untuk melakukan purifikasi dan maintenance trafo.

Dalam hal perawatanya pun berbeda, tergantung jenis trafonya, apakah trafo tipe oli (oil type) atau trafo kering (dry type). Jika trafo tipe oil, maka yang perlu diperiksa dan dirawat adalah Oli trafo, meliputi tegangan tembus pada oli trafo, seal-seal yang ada pada body trafo, bussing konector LV atau HV dan fungsi proteksi DGPT trafo. Jika trafo tipe dry, maka yang perlu diperiksa dan dirawat adalah kondisi fisik trafo, baik dari kondisi tangki, mur, baut, sambungan kabel, dan kebersihan pada body trafo atau sekeliling trafo.

Dalam maintenance dan proses purifikasi, ada yang namanya Tes Breakdown Voltage (BDV Test). Tes BDV ini  dilakukan untuk mengetahui kondisi tegangan tembus minyak (daya isolasi minyak trafo) di dalam Trafo. Tes BDV dilakukan sebelum dan sesudah purifikasi trafo untuk membandingkan kualiatas dan kondisi oli trafo. Biasanya nilai BDV sesudah trafo dipurifikasi lebih tinggi daripada sebelum purifikasi. Nilai BDV tersebut menunjukan bahwa setelah purifikasi, minyak trafo dalam kondisi baik dari pada sebelum dipurifikasi.

Selama ini, Galleon melakukan maintenance dan purifikasi untuk trafo berkapasitas 630 KVA sampai dengan 5000 KVA, baik di dalam kota maupun di luar kota. Didukung oleh tenaga teknik berpengalaman, Galleon siap melayani kebutuhan customer dibidang kelistrikan. Menjadi solusi kebutuhan kelistrikan berarti Galleon berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi customer, tidak hanya di bidang material namun juga di bagian jasanya. Nah, sekarang bagaimana dengan kondisi trafo Anda ?