Sinkronisasi adalah penggabungan dua atau lebih sumber listrik, untuk memperoleh suatu sumber listrik yang lebih besar. Sinkron dapat dilakukan antara Genset dengan Genset, Genset dengan PLN ataupun sinkron pada medium voltage. Agar bisa tercapainya sistem sinkron, maka genset harus mempunyai urutan phase, frekuensi, dan voltage  yang sama antara genset satu dengan genset lainnya. Untuk menyamakannya bisa dilakukan secara manual atau automatic. Jika sinkron dilakukan secara automatic maka harus menggunakan modul sinkron. Pada modul sinkron ini terdapat alarm yang dapat hidup jika belum terjadi sinkron, sehingga bisa dengan mudah mengetahui jika panel belum sinkron. Kalau menggunakan sinkron manual akan lebih sulit untuk mengatur voltage dan frekuensinya dan lebih sulit mengetahui apakah panel sudah sinkron atau belum.

Yang perlu diperhatikan sebelum melakukan sinkron adalah memastikan bahwa unit genset  tersebut sudah siap disinkron atau masih model single genset. Kalau masih model single genset, maka dianjurkan untuk ditambahkan CT Drop pada genset. Selain itu perlu diperhatikan juga  sistem adjust frekuensi (Hz) dan voltage nya menggunakan Analog Input atau Digital Input.

Biasanya saat melakukan sinkron panel, ada kendala di bagian voltage atau frekuensi yang tidak sama dan kendala elektronik lainnya atau dari sisi unit gensetnya yang belum siap untuk disinkronkan. Untuk menghindari terjadinya kendala saat penyinkronan, ada baiknya sebelum dilakukan penyinkronan, antar teknisi mengkomunikasi mengenai hal-hal seputar penyinkronan dan memastikan kesiapan dalam proses sinkron panel.

Untuk panel yang sudah pernah disinkronkan, bisa disinkronkan dengan panel lainnya, dengan catatan modul yang digunakan harus sama. Jika secara manual, maka perlu ditambah unitnya dan harus dipastikan bahwa genset siap disinkron. Waktu yang diperlukan untuk melakukan sinkron panel bergantung pada kesiapan unit genset dan ketersediaan alat. Jika unit sudah siap sinkron, maka hanya membutuhkan waktu kurang dari 1 menit untuk melakukan sinkron. Kalau kondisi genset belum siap sinkron maka bisa membutuhkan waktu sekitar 1 sampai 2 menit.

Panel sinkron secara sistemnya membuat genset bisa dikontrol untuk bekerja bersamaan atau paralel sehingga dapat menanggung beban bersama. Contohnya, jika instalasi listrik membutuhkan daya sebesar 900 kilowatt, sedangkan kita hanya memiliki genset dengan kapasitas 500 killowatt sebanyak 2 unit, maka untuk dapat menampung daya 900 kw, kita perlu menjalankan 2 unit genset secara bersamaan untuk menghasilkan daya sebesar yang kita butuhkan. Genset 500 kw dipararelkan atau disinkronkan dengan genset 500 kw maka akan menghasilkan daya sebesar 1000 kw. Karena kedua genset menghasilkan daya sebesar 1000 kw, maka daya listrik yang kita punya sebesar 900 kw akan mampu ditampung oleh kedua genset yang telah diparalelkan.

Secara umum, Panel Sinkron memiliki 3 fungsi, yaitu sebagai berikut :

  1. Sebagai Back up Power PLN

Panel Sinkron akan bekerja sebagai sumber power pengganti, jika sumber power utama (PLN) bermasalah.

  1. Sebagai Back Up Emergency

Selain sebagai sumber power pengganti, panel sinkron akan bekerja jika beban yang ada mendekati kapasitas sumber utama yang terpasang. Maksudnya adalah jika sumber PLN terpasang 1000 kVA tetapi beban maksimalnya 1500 kVA, maka genset akan menanggung sebagian bebannya. Kondisi ini hanya terjadi jika kapasitas genset sama atau lebih besar dari kapasitas sumber PLN.

  1. Sebagai sumber power utama

Panel sinkron digunakan sebagai sumber power utama dan bekerja terus-menerus.

Keuntungan menggunakan Panel Sinkron adalah mengefisiensikan biaya. Contohnya adalah jika terjadi pertambahan daya, misalnya dari daya 800 kw ke 1000 kw, dan kita hanya memiliki genset 500 kw sebnyak 1 unit, maka kita tidak perlu mengganti genset baru menjadi 1000 kw, namun kita hanya perlu menambah generator 500 kw untuk kemudian disinkronkan dengan genset 500 kw yang sudah kita punya. Secara otomatis, biaya yang kita keluarkan juga lebih sedikit, sehingga ada efisiensi biaya. Keuntungan berikutnya adalah penghematan bahan bakar. Jika beban berfluktuasi cukup tinggi, misalnya pada siang hari kebutuhan beban sebesar 500 KVA, namun pada malam hari mendekati 900KVA, maka akan sangat menguntungkan jika menggunakan Panel Sinkron. Pada siang hari, cukup 1 genset 500 KVA yang dioperasikan, sementara pada malam harinya dua unit genset 500 KVA disinkronisasi. Bayangkan saja, jika kita hanya memiliki 1 unit genset 1000 KVA, maka pada siang harinya akan terjadi pemborosan bahan bakar untuk menggerakkan mesin sebesar 1000 KVA hanya untuk menanggung beban 400 KVA. Sangat boros bukan ?

Jadi, bagaimana dengan sistem kelistrikan anda ? Apakah anda sudah memilih metode yang tepat untuk sistem kelistrikan anda ?

 

 

PANEL SINKRON

PANEL SINKRON