Panel SDP adalah panel yang menghubungan listrik dari trafo yang akan digunakan ke rumah atau industri untuk listrik yang siap guna. Harga dari panel listrik ditentukan dari ukuran, bahan, model, juga spesifikasi. Tiap panel listrik memiliki 10 komponen listrik yang berbeda pada tiap panelnya,

1. ACB (Air Circuit Breaker),

Digunakan untuk tegangan rendah sekitar 380 kV, yang menggunakan tekanan udara untuk proses switching.

2. MCCB (Moulded Case Circuit Breaker)

Ini juga merupakan komponen yang ada pada panel SDP adalah yang digunakan untuk bidang industri juga komersil, dan biasanya untuk alat – alat yang berat.

3. MCB (Miniature Circuit Breaker)

Alat pemutus aliran listrik yang biasanya ada di rumah juga komersil.

4. Thermal Overload Relay

5. Pilot Lamp

Alat ini berfungsi sebagai penanda saat ada arus atau tegangan yang masuk. Pada tegangan distribusinya akan memiliki beberapa istilah yaitu R, S, T dengan menggunakan warna biru, kuning dan merah.

6. Ampere Meter

Untuk memperlihatkan beban ampere pada mesin listrik yang dapat digunakan secara terus menerus.

7. CT (Current Transformator)

8. Volt Meter

Hampir sama kegunaannya dengan ampere meter namun, lebih lengkap mulai dari watt yang telah dipakai, juga faktor daya.

9. Magnetic Contactor

Menggunakan prinsip kerja medan magnet yang timbul oleh arus listrik. Kontraktor menimbulkan magnet yang dapat disebut coil yang menarik kontak – kontak NO (normaly Open) menjadi NC (normaly Close)

10 Push Button

Merupakan komponen kontrol yang penting, karena untuk menghubungkan arus jika arus menyambung maka, N/O (normally Open) dengan warna hijau dan jika ditombol lepas atau N/C maka, tegangan akan lepas dengan warna merah.

Komponen listrik di atas, berfungsi untuk menjaga alur listrik agar tetap berjalan wajar hingga tidak kelebihan beban yang dapat menimbulkan percikan api lalu kebakaran.

Pada jenis panel Sub Distribution Panel atau dengan singkatan Panel SDP adalah yang menggunakan komponen listrik MCCB untuk mengalirkan aliran listrik dari panel LVMDP atau Low Voltage Main Distribution Panel. LVMDP memiliki fungsi untuk memeriksa daya dari transformator kemudian mengalirkannya kembali ke panel LVSDP atau Low Voltage Sub Distribution Panel. Fungsi dari LVSDP adalah untuk mengalirkan daya ke berbagai alat elektronik yang ada di rumah maupun bidang – bidang lain yang membutuhkan tenaga listrik sebagai penggeraknya.

Urutan sistem pendistribusian listrik mulai dari gardu PLN hingga ke rumah maupun industri adalah, listrik dari gardu PLN dengan 35 kV hingga 245 kV atau listrik dengan tegangan tinggi disalurkan ke panel MVMDP dengan melalui trafo listrik tersebut, tegangan menengah yaitu 1 kV hingga 35 kV lalu, dialirkan ke panel LVMDP dan menjadi tegangan rendah yaitu, 50 volt hingga 1 kV. Penurunan tegangan listrik secara bertahap tersebut, biasanya menggunakan trafo stepdown.

Selanjutnya mengenai MCCP atau Motor Control Central Panel adalah pusat pengontrolan beberapa mesin motor seperti, pada pompa, kipas angin, dll. Komponen utama panel MCCP adalah, MCCB, Kontaktor, Relay, Timer, Thermal, Push Button, Pilot Lamp.

Yang terakhir panel SDP adalah panel yang mengubah listrik menjadi listrik yang siap guna dengan tegangan yang sesuai dengan barang elektronik yang akan digunakan. SDP memiliki banyak komponen selain untuk mengalirkan listrik tetapi juga menurunkan tegangan agar tidak terjadi konslet.